Otopedia

Mesin turbo menggunakan komponen seperti keong dengan turbin sebagai pasokan udara tambahan. Pasokan udara tambahan dari turbo menghasilkan tekanan yang mendongkrak tenaga mesin. Dimana tekanan udara turbo yang dihasilkan ini diatur oleh turbo wastegate.

Turbo wastegate merupakan katup yang mengatur besaran tekanan udara turbo di gas buang, wastegate berfungsi sebagai pengatur tekanan turbo yang dihasilkan oleh tekanan gas buang. Dengan adanya wastegate ini, kita bisa mengatur boost maksimal yang bisa diberikan oleh turbin turbo.

Wastegate itu sebenarnya berupa katup sebagai jalur by-pass gas buang Terbuka atau tertutupnya wastegate diatur oleh boost controller yang bisa di-set sesuai dengan kemauan. Bila terjadi tekanan berlebih, maka katup wastegate akan terbuka dan mengalirkannya langsung ke knalpot atau langsung di buang ke udara.

Komponen ini terhubung antara di jalur pipa intake dan pembuangan menuju knalpot melewati keong turbo.

Fungsi utama komponen ini adalah menjaga tekanan gas buang dari turbo agar tidak berlebih. Misalnya tekanan udara turbo menghasilkan boost maksimal 0,5 bar.




Turbocharger wastegate memiliki empat jenis pengontrol yang berfungsi membuka dan menutup katup, yaitu :

1. Manual

2. Pneumatik

3. Listrik

4. Hidrolik

Kelebihan Turbocharge yang menggunakan wastegate yaitu :

1. Membutuhkan ruang yang lebih kecil agar pas.

2. Mengurangi turbo lag sampai batas tertentu.

3. Pemasangan sistem pipa knalpot eksternal yang ringkas dan sederhana. Sehingga, mengurangi bobot mesin.

4. Memberikan kinerja engine optimal setiap saat.

5. Menghindari kerusakan mekanis pada bagian-bagian mesin.

image-iklan