Otopedia

Ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang kontak langsung dengan segala jenis permukaan jalan, sehingga tidak berlebihan bila keselamatan berkendara kita tergantung komponen yang bernama ban ini dan sebuah ban memerlukan tekanan angin untuk dapat berfungsi. 

Fungsi utama ban:

1. Menyangga beban kendaraan, penumpang dan muatan.

2. Meneruskan fungsi kemudi sehingga kendaraan dapat dikemudikan sesuai arah yang diinginkan pengendara.

3. Bersama dengan sistem suspensi dalam meredam getaran yang ditimbulkan oleh permukaan jalan.

Agar ban berfungsi dengan sempurna, nilai tekanan angin ban harus tepat. Tekanan angin yang tepat adalah faktor terpenting dalam keselamatan berkendara. Pada umumnya kerusakan ban timbul akibat nilai tekanan angin yang tidak tepat. 

Kelebihan tekanan angin menyebabkan ban mudah rusak pada saat terkena benturan, bahkan bisa meledak jika benturannya berlebihan, selain itu ban bisa mengalami keausan yang tidak rata.

Apabila kekurangan tekanan angin, bisa menyebabkan ban mengalami panas berlebihan, umur pemakaian pendek, boros bahan bakar, aus tidak rata. Ban harus dipompa dengan tekanan angin yang sesuai dengan beban yang akan dipikulnya. Nilai inilah yang disebut dengan tekanan angin standar.

Lakukan pengecekan angin minimal dua minggu sekali sebagai perawatan ban. Lakukan saat kondisi ban sedang dingin, yaitu sebelum kendaraan bergerak atau beroperasi.

Jangan memeriksa tekanan angin saat kondisi ban panas (sedang berkendara). Karena saat ban panas, tekanan angin ban bisa meningkat hingga 20 persen dari nilai awalnya, bahkan bisa lebih. Hal ini wajar dan sudah diperhitungkan saat mendesain ban. 

Jika terpaksa harus memeriksa tekanan angin saat kondisi ban panas, biarkan sekitar satu jam, agar suhu ban diperkirakan kembali ke suhu normal, lalu lakukan pengecekan atau sesuaikan dengan nilai standarnya. Pada saat pemeriksaan rutin tekanan angin, jangan lupakan ban cadangan. Setelah selesai memeriksa tekanan angin, pastikan tutup pentil terpasang dengan baik.

Tips Membeli Ban Mobil Baru

1.Pilih Ban Mobil Sesuai Kebutuhan Pengguna

Untuk membeli ban mobil baru pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan peruntukan atau penggunaannya.

Misalnya, jika suka travelling, yang harus melewati medan berlumpur dan bebatuan, maka pilihlah tipe ban untuk offroad, A/T atau M/T. Jangan menggunakan tipe ban tersebut, pada jalanan kota karena akan licin dan daya cengkramnya lemah.

Selain itu, jika daerah rumah kamu adalah daerah langganan banjir, maka tipe A/T yang cocok untuk digunakan.

Namun, jika mobil digunakan hanya untuk berangkat ke kantor, yang ada di perkotaan, maka bisa gunakan tipe H/T yang sangat nyaman serta tidak berisik.

2. Pilih Ban Sesuai Tipe/Jenis Mobil

Ketika ingin membeli ban mobil baru bisa dilihat referensi tipe dan jenisnya, dari rekomendasi pabrikan.

Biasanya, tipe ban mobil tercatat dalam kombinasi sebuah kode. Contohnya, jika ada ban mobil diberi kode P 215/55R17 93V.

Huruf ‘P’ di sini maksudnya Passenger, yang artinya mobil tersebut memang didesain untuk mengangkut penumpang atau orang.

Ada tipe ban LT, yang artinya Light Truck atau truk kecil, yang bisa membawa muatan barang.

Selain itu ada kode ST, adapun artinya untuk “Special Trailer”, dan kode T untuk “Temporary”, yang lebih dikhususkan kepada ban serep atau cadangan, sehingga ban mobil ini tidak bisa dipakai terus menerus.

3. Pilih Ban Mobil dari Desain Alur/Motif yang Cocok

Memilih ban berdasarkan pola desain alur juga penting karena pola/alur/motif ban dapat memperbesar atau memperkecil gesekan ban dengan jalan.

Sebagai contoh, jika gesekan yang terjadi kecil maka risiko slip atau tergelincir di jalan menjadi besar.

Untuk para pengguna jalan basah yang tinggal di daerah dengan intensitas curah hujan tinggi disarankan memilih pola desain V. Karena alur desain V disebut memiliki daya gesek tinggi, sehingga sangatlah cocok untuk kondisi jalanan licin dan berair.

Sedangkan untuk kondisi jalanan yang panas, seperti jalanan aspal di gurun disarankan menghindari penggunaan desain ban dengan guratan yang banyak.

Jika mobil lebih sering melewati jalanan bergelombang, maka ban dengan desain alur tapak bulat, bisa dipilih. Nah, jika pola pada ban sudah mulai menipis, sebaiknya segera ganti ban mobil, karena akan mengurangi performanya, dan manfaat di atas.

4. Pilih Ban Mobil Sesuai Ukuran

Pemilihan ban sesuai ukuran juga harus diperhatikan. Tidak mungkin bila mobil sedan menggunakan ukuran ban mobil jip

Jadi perhatikan arti dari kode-kode, yang diukir di permukaan samping ban.

Karena, sebenarnya semua informasi terkait ukuran ban ada di sana. 

Contohnya, kode ban mobil adalah 205/55 R16 91 V, maka cara membacanya adalah:

205: Menunjukkan lebar telapak ban dalam satuan mm.

55: Menunjukkan aspek rasio ketebalan ban, dalam persentase atas lebar tapaknya.

16: Menunjukkan diameter velg yang dicantumkan, dalam satuan inci.

91: Menunjukkan indeks beban maksimum.

Selain ukurannya, jenis ban juga dibagi menjadi dua, yakni ada ban tubetype (dengan ban dalam), tubeless (tanpa ban dalam), ban radial dan ban bias.

Adapun jenis ban tersebut, dibedakan berdasarkan konstruksinya. Selain itu, kode V menunjukkan batas kecepatan maksimum.

Karena, setiap ban ternyata juga memiliki kode yang berbeda, seperti S, Q, H, Z, dan lainnya.

5. Perhatikan Tahun Pembuatan Ban Mobil

Ban mobil memiliki kode pembuatan dan tanggal kadaluarsa sehingga harus diganti jika sudah mencapai batasnya.

Cara mengamati tahun pembuatan ban, adalah perhatikan kode ban, yang biasanya tertera empat digit angka, misalnya seperti kode 0313.

Nah, kode tersebut bisa dibaca atau diterjemahkan menjadi:

03: Menunjukkan waktu dibuat ban, yakni di minggu ketiga.

13: Menunjukkan pada tahun berapa ban itu diproduksi

Sehingga, kesimpulan dari kode 0313 adalah ban tersebut dibuat pada minggu ke–3 tahun 2013.

Nah, untuk membeli ban yang bagus, disarankan untuk pilih ban dengan tahun pembuatan yang masih baru.

Pasalnya, ban terbuat dari karet, di mana kualitas ban baru, pasti berbeda dengan ban yang lama, meski belum pernah digunakan. Selain itu, proses penyimpanan juga bisa menjadi salah satu pertimbangan yang sangat penting.


Demi keselamatan, perhatikan faktor-faktor berikut ini:

1. Ban sudah mulai gundul. Ban dinyatakan gundul saat sisa tinggi kembang tersisa tinggal 1,6 mm.

2. Terdapat kerusakan seperti retak dengan kedalaman lebih dari 1 mm, terlihat lapisan benang ban, benjol, dan kerusakan lainnya.

3. Ban harus terpaksa beroperasi dalam keadaan kempes.

Untuk memperpanjang usia pemakaian, perhatikan juga:

1. Pemeriksaan rutin tekanan angin sekitar 2 minggu sekali.

2. Rotasi ban setiap 5.000 km sampai dengan 8.000 km.

3. Balancing roda.

4. Penyetelan keselasaran geometri roda (spooring).


Jenis-jenis Ban Mobil sesuai peruntukannya :

All Terrain / AT

Pertama ada jenis ban Off-road bernama All Terrain (AT). Ban ini lebih difungsikan pada tipe mobil yang umum digunakan pada dua medan jalan baik on-road atau off-road (non ekstrim). Seperti halnya mobil Jeep atau mobil 4WD ainnya.

Ban mobil jenis ini memiliki kelebihan tidak bising suara saat digunakan di medan on-road (medan aspal). Dan saat di medan off-road ban jenis ini juga cukup tangguh.

Hanya saja jangan dipaksa untuk melewati medan jalan yang terlalu ekstrim. Mengingat ulir atau alur ban jenis AT ini akan mengalami kesulitan untuk mencengkram medan. Umumnya ban ini digunakan pada mobil SUV.

Mud Terrain / MT (Off-Road)

Berdasarkan namanya, jenis ban ini diciptakan untuk keperluan khusus di trek yang berlumpur. Untuk lebih menunjang performanya ban jenis ini berbahan karet yang cenderung lebih lunak dengan tujuan lebih lentur dan fleksibel dalam mencengkram medan. Ban MT diproduksi dengan banyak varian, dengan tujuan menyesuaikan kebutuhan tiap-tiap medan. Sampai pada medan yang paling ekstrim sekalipun, seperti hutan belantara, pegunungan, pesisir pantai dll. Oleh karenanya ban jenis ini kurang ideal untuk penggunaan harian di medan aspal, karena akan lebih cepat tingkat keausannya 

Highway Terrain / HT

Ada juga jenis ban mobil yang diproduksi untuk penggunaan medan aspal. Jenis nya disebut Highway Terrain (HT). Untuk jenis ini lebih peruntukannya lebih kepada penggunaan di jalan on-road termasuk jalanan beraspal halus. Biasanya jenis ban ini dipergunakan pada mobil yang ada di jalanan perkotaan seperti mobil City Car, Hatchback, MPV, sedan bahkan untuk penggunaan mobil balap. 

Comfort

Kemudian jenis ban mobil yang selanjutnya adalah ban dengan tipe Comfort. Hampir sama seperti tipe Highway Terrain (HT), ban jenis ini diperuntukan bagi mobil yang sering melewati jalanan beraspal seperti jalanan perkotaan. Ban ini diproduksi dengan karet tebal dan celah alur yang lebih rapat yang bertujuan membuat daya cengkram yang kuat pada permukaan jalan yang halus atau aspal. Jenis ban ini peruntukannya lebih memfokuskan kepada faktor kenyamanan untuk penggunaan harian di medan on road, perkotaan.

Karena alur atau ulir dari ban tipe Comfort akan mempercepat aliran udara yang melewati ban saat berada diatas permukaan medan jalan. Dengan begitu daya tahan pemakaiannya pun jauh lebih awet.

Performance

Ada jenis ban yang memang diproduksi untuk penggunaan khusus, seperti contoh untuk balap yaitu jenis Performance.

Dirancang untuk memenuhi kebutuhan trek balap. Hal ini karena ban Performance memiliki alur yang lebih sedikit bahkan ada yang profil nya gundul. Namun ada juga yang ber profil kasar hampir menyerupai jenis ban MT, biasa disebut ban pacul. Ini diperuntukan pada trek balap tanah, seperti speed off road.

Eco

Selanjutnya ada jenis ban mobil bertipe Eco. Jenis ini lebih mengutamakan faktor efisiensi penggunaan bahan bakar dan keawetan ban tersebut. Mengingat penggunaan ban yang kurang tepat akan membuat penggunaan bahan bakar yang lebih boros. 

Dibuat dengan menggunakan lapisan silica, menjadikan ban jenis ini memiliki grip atau cengkraman yang baik pada medan jalan aspal. Hal ini karena lapisan silica dapat membuat rolling resistance / efek gesekan ban terhadap permukaan jalan menjadi lebih minim.


Jenis Ban Berdasarkan Ulir

Berikut ini adalah beberapa jenis ban mobil berdasarkan bentuk alur / ulir pada ban.

Run Flat Tyre

Jenis ban ini dirancang memiliki kemampuan untuk membuat mobil bisa tetap berjalan dengan aman dan stabil bahkan disaat ban kempes sekalipun. 

Radial

Ban jenis ini merupakan ban yang diproduksi dengan lapisan serat menyilang dibagian lingkar ban.Fungsi dari serat tersebut untuk menekan panas agar berada dibagian ban sebelah kanan dan kiri saja (wall). Ban jenis ini lebih diperuntukan bagi mobil-mobil penumpang.

Tubeless

Ban tubeless merupakan ban yang didesain tanpa menggunakan ban dalam dan mudah dalam pemakaian dan perawatannya. Karena seumpama ban terkena atau tertusuk benda tajam (paku,kawat) yang kerap dijumpai di jalan maka sangat mudah penanganannya sehingga perjalanan dapat segera dilanjutkan kembali. 

Bias

Ban jenis ini dibuat dengan dilengkapi dari beberapa lembar cord dengan tujuan digunakan sebagai rangka ban. Fungsinya panas ban akan disalurkan ke bagian tengah dan membuat ban tertekan ke sisi depan.

Bentuk Alur Ban Mobil

Saat ini ada 5 jenis alur ban yang umum digunakan, yaitu:

Alur Simetris

Alur Asimetris

Alur Searah

Semi Slick

Slick


image-iklan